11 Juli 2026
Skor TOEFL ITP untuk syarat masuk S2 di Indonesia umumnya berkisar antara 500 hingga 550, tergantung program studi dan universitas yang kamu tuju. Beberapa program reguler menetapkan minimal 500, sementara program internasional atau beasiswa kompetitif bisa mensyaratkan 550 ke atas. Angka ini bukan sekadar formalitas -- kampus menggunakannya untuk memastikan mahasiswa baru siap mengikuti perkuliahan berbasis literatur akademik berbahasa Inggris.
Skor TOEFL ITP 500 adalah ambang batas paling umum untuk S2 reguler, sedangkan program internasional dan beasiswa biasanya meminta 525-550 atau lebih.Tidak ada angka tunggal yang berlaku untuk semua kampus. Setiap universitas, bahkan setiap fakultas, bisa menetapkan standar berbeda. Tabel berikut memberi gambaran umum berdasarkan jenis program:
| Jenis Program S2 | Kisaran Skor TOEFL ITP | Catatan |
|---|---|---|
| S2 Reguler (PTN/PTS umum) | 475 – 500 | Banyak kampus menerima di angka ini untuk program non-internasional |
| S2 Program Internasional | 525 – 550 | Kuliah dengan sebagian besar materi berbahasa Inggris |
| S2 PTN Favorit (UI, UGM, ITB, dll.) | 500 – 550 | Tergantung prodi; cek pengumuman resmi tiap tahun |
| S2 Beasiswa LPDP | 500 (minimal) – 550+ | Skor TOEFL ITP diterima sebagai alternatif, cek syarat terbaru LPDP |
| S2 Luar Negeri (beasiswa pemerintah) | Biasanya tidak diterima | Umumnya mensyaratkan TOEFL iBT atau IELTS |
Selalu cek halaman resmi program studi yang kamu tuju karena syarat ini bisa berubah setiap tahun ajaran. Jangan hanya mengandalkan informasi dari forum atau angkatan sebelumnya.
Sebagian besar PTN di Indonesia menerima TOEFL ITP sebagai bukti kemampuan bahasa Inggris untuk seleksi S2 dalam negeri. Namun ada beberapa kondisi yang perlu kamu perhatikan.
Pertama, masa berlaku sertifikat. Mayoritas kampus mensyaratkan sertifikat yang masih berlaku, umumnya dua tahun sejak tanggal tes. Kalau sertifikatmu sudah lewat masa berlaku, kamu perlu mengikuti tes ulang sebelum mendaftar. Kamu bisa baca lebih lanjut soal ini di artikel masa berlaku sertifikat TOEFL untuk berbagai keperluan.
Kedua, institusi penyelenggara tes. TOEFL ITP yang diakui adalah yang diselenggarakan oleh lembaga resmi berizin dari ETS. Pastikan kamu mengikuti tes di tempat yang kredensialnya jelas, bukan tes prediksi atau simulasi yang hasilnya tidak resmi.
Ketiga, beberapa program S2 tertentu -- terutama yang bertaraf internasional -- hanya menerima TOEFL iBT atau IELTS. Jadi sebelum mendaftar kursus persiapan apa pun, pastikan dulu jenis tes yang diterima program tujuanmu.
Durasi persiapan sangat bergantung pada titik awalmu. Kalau kamu sudah punya dasar grammar dan kosakata yang cukup, empat hingga delapan minggu belajar terstruktur biasanya cukup untuk mencapai skor 500. Untuk target 550, kebanyakan orang butuh dua hingga tiga bulan dengan latihan yang konsisten.
Yang sering jadi hambatan bukan kurangnya waktu belajar, melainkan tidak tahu apa yang harus diprioritaskan. TOEFL ITP punya tiga seksi -- Listening, Structure and Written Expression, dan Reading Comprehension -- dan masing-masing punya pola soal yang bisa dipelajari secara strategis. Memahami pola ini jauh lebih efisien daripada membaca semua materi grammar dari awal.
Kalau kamu sedang mempersiapkan diri dan butuh pendampingan yang terstruktur, program Kursus Persiapan TOEFL ITP di KamuSiap dirancang untuk membantu kamu memahami pola soal, menguasai strategi per seksi, dan berlatih secara terarah -- bukan sekadar mengerjakan soal tanpa arah.
Skor TOEFL ITP dihitung dari rata-rata ketiga seksi yang kemudian dikonversi ke skala 310-677. Artinya, tidak ada satu seksi pun yang bisa diabaikan. Tapi dalam praktiknya, banyak peserta justru kehilangan poin paling banyak di seksi Structure and Written Expression -- padahal ini seksi yang paling bisa ditingkatkan dengan latihan pola soal.
Listening membutuhkan pembiasaan telinga dengan aksen dan kecepatan bicara native speaker. Reading butuh strategi membaca cepat dan menemukan jawaban tanpa membaca keseluruhan teks. Structure butuh pemahaman pola grammar yang sering diujikan, bukan hafalan semua kaidah tata bahasa.
Mentor yang baik akan membantu kamu mengidentifikasi di seksi mana kamu paling banyak kehilangan poin, lalu fokus ke sana -- bukan belajar semua hal secara merata tanpa prioritas.
Langkah pertama adalah ikuti tes simulasi untuk tahu skor awalmu. Tanpa tahu posisi awal, kamu tidak bisa mengukur seberapa jauh jarak yang perlu ditempuh dan berapa waktu yang realistis dibutuhkan.
Setelah tahu skor awal, susun rencana belajar per seksi dengan alokasi waktu yang proporsional. Kalau Listening-mu sudah di atas rata-rata tapi Structure masih lemah, alokasikan lebih banyak waktu ke Structure. Jangan belajar dengan porsi sama rata kalau hasilnya tidak sama rata.
Latihan soal berbasis pola juga jauh lebih efektif daripada mengerjakan soal acak. Setiap kali salah, analisis kenapa salah -- apakah karena tidak paham konsepnya, atau karena terjebak distractor? Keduanya butuh penanganan berbeda. Untuk gambaran lebih lengkap tentang struktur tes yang akan kamu hadapi, artikel struktur TOEFL ITP: format, seksi, dan cara kerjanya bisa jadi referensi yang berguna.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bertanya!