03 Juli 2026
TOEFL ITP terdiri dari tiga seksi utama: Listening Comprehension, Structure and Written Expression, dan Reading Comprehension. Total ada 140 soal yang harus diselesaikan dalam sekitar 115 menit. Skor akhir dihitung dari konversi rata-rata ketiga seksi tersebut, dengan rentang 310 hingga 677.
Memahami struktur TOEFL ITP sejak awal membantu kamu belajar lebih terarah karena kamu tahu persis apa yang akan dihadapi di ruang ujian.
TOEFL ITP adalah tes berbasis kertas (paper-based test) yang dikembangkan oleh ETS. Format ini sudah baku dan tidak berubah-ubah, jadi kamu bisa mempelajari strukturnya dengan pasti. Setiap seksi punya karakteristik soal dan durasi yang berbeda, dan ketiganya diujikan secara berurutan tanpa jeda panjang di antaranya.
| Seksi | Jumlah Soal | Durasi | Yang Diuji |
|---|---|---|---|
| Listening Comprehension | 50 soal | ~35 menit | Pemahaman percakapan dan ceramah dalam bahasa Inggris |
| Structure and Written Expression | 40 soal | 25 menit | Tata bahasa dan identifikasi kesalahan gramatikal |
| Reading Comprehension | 50 soal | 55 menit | Pemahaman teks akademik dalam bahasa Inggris |
Seksi Listening adalah seksi pertama dan satu-satunya yang kamu tidak bisa kendalikan kecepatannya. Audio diputar satu kali saja, dan kamu harus menjawab sambil mendengarkan atau langsung setelah audio selesai. Soal dibagi menjadi tiga bagian: short conversations (percakapan singkat dua orang), longer conversations (percakapan lebih panjang), dan talks (ceramah atau kuliah pendek).
Karena audio tidak bisa diulang, kemampuan menangkap informasi utama dan detail pendukung secara cepat menjadi kunci. Mentor di KamuSiap akan melatih kamu mengenali pola pertanyaan yang paling sering muncul di bagian ini, supaya telingamu terbiasa sebelum hari ujian tiba.
Seksi kedua ini sering jadi momok karena menuntut pemahaman grammar yang cukup spesifik. Ada dua tipe soal di dalamnya. Pertama, Structure (15 soal): kamu diminta melengkapi kalimat dengan pilihan yang paling gramatikal. Kedua, Written Expression (25 soal): kamu harus mengidentifikasi satu kata atau frasa yang salah dari empat pilihan yang digarisbawahi dalam sebuah kalimat.
Waktu 25 menit terasa singkat untuk 40 soal, jadi kecepatan dan ketepatan harus berjalan beriringan. Pola grammar yang diuji sebenarnya berulang dari tahun ke tahun, dan mengenali pola itu adalah strategi paling efisien untuk seksi ini.
Seksi Reading hadir di posisi terakhir dengan durasi paling panjang: 55 menit untuk 50 soal. Kamu akan membaca beberapa teks akademik pendek hingga sedang, lalu menjawab pertanyaan seputar ide pokok, detail spesifik, inferensi, dan makna kosakata dalam konteks.
Teks yang digunakan biasanya bersifat ilmiah atau akademik, mirip dengan bacaan di jurnal atau buku teks perguruan tinggi. Kamu tidak perlu menghafal semua isi teks karena sebagian besar pertanyaan bisa dijawab dengan teknik membaca yang tepat, seperti skimming dan scanning yang terlatih.
Skor mentah (jumlah jawaban benar) dari setiap seksi dikonversi ke skala tertentu menggunakan tabel konversi resmi ETS. Setelah itu, ketiga skor yang sudah dikonversi dijumlahkan lalu dibagi tiga dan dikalikan sepuluh untuk menghasilkan skor total. Rentang skor TOEFL ITP adalah 310 (skor minimum) hingga 677 (skor maksimum).
Tidak ada pengurangan nilai untuk jawaban salah, jadi menjawab semua soal selalu lebih baik daripada mengosongkan. Strategi manajemen waktu dan teknik eliminasi jawaban menjadi sangat relevan di sini. Kamu bisa baca lebih lanjut tentang cara menghitung dan menargetkan skor di artikel persiapan TOEFL ITP bersama KamuSiap.
Syarat skor sangat bergantung pada tujuan penggunaannya. Untuk keperluan beasiswa S2 dalam negeri, banyak kampus meminta minimal 500. Untuk melamar kerja di instansi pemerintah atau BUMN, angkanya bervariasi antara 450 hingga 550. Beberapa program pascasarjana bergengsi bahkan mensyaratkan 550 ke atas.
Kalau kamu sedang mempersiapkan TOEFL ITP untuk kebutuhan CPNS atau BUMN, ada panduan khusus yang bisa kamu simak di halaman persiapan TOEFL CPNS BUMN IPDN. Sementara untuk konteks kampus dan sidang, kamu bisa melihat informasinya di halaman TOEFL Kampus.
Keduanya berbeda cukup signifikan. TOEFL ITP adalah tes berbasis kertas yang mengukur tiga kemampuan (Listening, Structure, Reading), sedangkan TOEFL iBT adalah tes berbasis internet yang juga mengukur Speaking dan Writing. TOEFL ITP umumnya digunakan untuk keperluan institusional di dalam negeri, sementara TOEFL iBT lebih sering disyaratkan untuk studi atau beasiswa ke luar negeri.
Informasi resmi tentang kedua jenis tes ini bisa kamu cek langsung di situs ETS TOEFL untuk memastikan kamu mendaftar tes yang tepat sesuai kebutuhan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bertanya!